Polling Bulan Ini

Bagaimana pelaksanaan proses akademik di semester genap ini?

Kurang
Cukup Bagus
Sangat Bagus
Tidak Tahu

Lihat Hasil Polling
Download Terbaru
Hubungi Admin
  • Untuk info lebih lanjut, silahkan hubungi admin via YM.

  • Sekolah Kekurangan 21.000 Guru Pendidikan Agama Islam
    Artikel berita - Kategori Berita | Diposting pada : 2017-07-12 -|- 12:50:pm
    Share this article on
















    Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin. (foto: sugito)

     Senin, 03 Juli 2017 15:49 WIB




    Jakarta (Kemenag) --- Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin mengatakan bahwa pendidikan agama Islam di sekolah saat ini dihadapkan pada problem fundamental berupa kekurangan guru agama. Menurunya, kekurangan guru agama Islam di sekolah sangat massif. 


    “Data kita, kira-kira sekitar 21ribu kekurangan guru agama Islam di sekolah,” ujarnya di Jakarta, Senin (03/07). 


    Kamaruddin menilai hal itu menjadi problem mendasar karena jika guru agamanya kurang, berarti pengajar agama di sekolah selama ini bukan ahli agama. Hal itu bisa menjadi potensi masuknya pemahaman radikal dan intoleran. 


    “Agama tidak boleh diajarkan orang yang bukan ahlinya. Sebab, ketika guru agama diajarkan oleh yang bukan ahlinya, maka di situ ada potensi pemahaman keagamaan intoleran, potensi radikalisme, potensi missleading yang sangat besar. Karena pemahaman keagamaannya sangat tanggung,” terangnya.


    “Saya sering mengumpamakan, kalau yang mendesain bangunan bukan arsitek, mungkin saja akan jadi, tapi bangunan itu bisa roboh. Begitu juga agama, kalau bukan ahlinya, pasti akan fatal, generasi menjadi korbannya,” sambungnya.


    Masalah kekurangan guru agama ini harus diatasi segera dan secara fundamental. Sebab, proses pembelajaran agama tidak mungkin menghasilkan out put bagus kalau guru ahlinya tidak ada, kurang, dan apalagi bersifat massif. 


    “Kalau saat ini kekurangan 21ribu guru agama, maka kira-kira kasaranya ada sekitar 20ribu sekolah yang tidak punya guru agama. Itu kan massif dan itu sangat fundamental. Kalau itu tidak diatasi, maka kita tidak bisa berbicara banyak,” jelasnya.


    “Solusinya diangkat guru. Menag sudah bersurat kepada Kemendagri, Kemendikbud, Gubernur dan Bupati di seluruh Indonesia, serta Kemenpan dan lembaga terkait untuk mengatasi persoalan ini dulu,” tutur Kamaruddin. 


    Menurut Guru besar UIN Alauddin Makassar ini,  Pemda harus mengangkat guru agama yang berlatarbelakang pendidikan agama, meski statusnya tidak harus PNS. Pemda bisa mengidentifikasi sekolah mana saja yang kekurangan, karena sekolah menjadi kewenangannya. 


    Kalau masalah kekurangan guru ini dibiarkan, lanjut Kamaruddin, hal itu sangat berpotensi untuk dikapitalisasi pihak-pihak yang mempunyai agenda diseminasi ajaran agama yang radikal. Sebab, jika agama diajarkan oleh mereka yang beraliran keras maka pendidikan agama di sekolah akan berkontribusi signifikan dalam penetrasi radikalisme.


    “Ini salah satu yang harus diwaspadai. Agama harus diajarkan oleh sarjana agama, bukan  sarjana non agama,” tandasnya. 





    Sumber : -
    Penulis : khoiron
    Editor : khoiron


    Sumber : https://kemenag.go.id/berita/read/504830/dirjen-pendis--sekolah-kekurangan-21-ribu-guru-agama-islam

    Agenda Terbaru
    Statistik Pengunjung
  • Dikunjungi oleh : 18690 user
  • IP address : 54.224.56.126
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
  • Link Terkait
    Berita Kemahasiswaan

    Pembekalan Mahasiswa

    2018-09-28 - 02:16:pm | Kategori Kemahasiswaan | oleh admin

    ini hanya test

    .....Baca Selanjutnya
    Berita Kegiatan
    Berita Akademik

    STAI Bani Saleh Gelar Sidang Skripsi Tahap I

    2017-08-23 - 01:09:pm | Kategori Akademik | oleh admin

    Sekolah Tinggi Agama Isla.....Baca Selanjutnya

    Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bani Saleh Bekasi
    Jl. M. Hasibuan No. 68 Margahayu Bekasi 17113
    Telp. (021) 8843 3360 / 8835 9599 email : info@stai.banisaleh.ac.id